Mobilitas yang semakin padat membuat masyarakat membutuhkan hunian dengan akses lebih praktis dan efisien. Salah satu konsep yang kini banyak diterapkan adalah Transit Oriented Development (TOD), yaitu pengembangan kawasan yang mengintegrasikan hunian, fasilitas, dan transportasi umum dalam satu area. Selain mendukung mobilitas sehari-hari, kawasan TOD juga dinilai memiliki potensi investasi yang menjanjikan. Lantas, apa itu TOD dan mengapa konsep ini semakin diminati? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca Juga: Apa Itu Kawasan Sunrise Property? Ini Penjelasan Lengkapnya
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu TOD (Transit Oriented Development)
Pengertian TOD Secara Umum
TOD atau Transit Oriented Development adalah konsep pembangunan kawasan yang berpusat di dalam dan di sekitar titik simpul transportasi umum, seperti stasiun MRT, LRT, atau terminal. Tujuannya sederhana, yaitu memudahkan warga menjangkau tempat tinggal, tempat kerja, dan fasilitas sehari-hari cukup dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik, tanpa harus terlalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Dalam praktiknya, kawasan TOD biasanya dirancang sebagai area campuran atau mixed use, sehingga hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan ruang publik berada dalam satu kawasan yang saling terhubung dan mudah dijangkau dari titik transit.
Dasar Regulasi TOD di Indonesia
Konsep TOD di Indonesia bukan sekadar tren, melainkan sudah memiliki landasan hukum yang jelas melalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Regulasi ini mendorong pembangunan kawasan yang mengutamakan mobilitas berkelanjutan melalui peningkatan penggunaan transportasi umum massal, sekaligus menyediakan fasilitas bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan tidak bermotor.
Di tingkat daerah, khususnya DKI Jakarta, penerapan TOD juga diperkuat lewat peraturan gubernur, sehingga pengembang properti dan operator transportasi memiliki panduan yang sama dalam merancang kawasan hunian yang terintegrasi dengan sistem transit.
Ciri-Ciri Utama Kawasan TOD
Beberapa ciri yang biasanya melekat pada kawasan berkonsep TOD antara lain:
- Berada dekat dengan titik transit seperti stasiun kereta, MRT, atau LRT
- Menggabungkan fungsi hunian, komersial, dan perkantoran dalam satu kawasan
- Menyediakan jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang nyaman
- Memiliki kepadatan bangunan lebih tinggi dibanding kawasan sekitarnya
- Mendorong penggunaan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi
Mengapa Konsep TOD Semakin Berkembang di Indonesia?
Ciri-ciri di atas tidak muncul begitu saja. Ada sejumlah faktor yang membuat konsep TOD makin banyak diterapkan di kota-kota besar Indonesia, mulai dari tantangan urbanisasi hingga dorongan pembangunan transportasi massal.
Tantangan Kemacetan dan Urbanisasi
Laju urbanisasi di Indonesia berlangsung sangat cepat. Lebih dari separuh penduduk Indonesia kini tinggal di wilayah perkotaan, dan jumlah ini diperkirakan terus bertambah. Pertumbuhan penduduk kota yang tinggi membawa dampak nyata berupa kemacetan, polusi udara, dan penggunaan lahan yang kurang efisien, sehingga pemerintah dan pengembang mencari solusi tata kota yang mengintegrasikan transportasi, hunian, dan ruang publik secara lebih efisien, salah satunya melalui konsep TOD.
Dorongan Pembangunan Transportasi Massal seperti MRT dan LRT
Pembangunan transportasi massal berbasis rel menjadi salah satu pendorong utama berkembangnya TOD di Indonesia. Kehadiran LRT Jabodebek misalnya, dirancang untuk mengurangi kemacetan di kawasan metropolitan sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, dan diintegrasikan dengan moda lain seperti KRL Commuter Line, Transjakarta, dan kereta bandara sehingga perpindahan antarmoda menjadi lebih mudah.
Selain LRT, pembangunan jalur MRT juga terus diperluas, termasuk jalur lintas timur-barat yang direncanakan menghubungkan Cikarang hingga Balaraja dan memperkuat konektivitas antar wilayah di Jabodetabek. Semakin banyak jalur transportasi massal dibangun, semakin luas pula peluang kawasan sekitarnya dikembangkan dengan konsep TOD.
Penerapan TOD di Berbagai Kota Besar
Beberapa kota besar, terutama Jakarta dan wilayah penyangganya, sudah mulai menerapkan konsep TOD secara nyata. Kawasan Dukuh Atas dikenal sebagai titik pertemuan berbagai moda transportasi mulai dari MRT, KRL, hingga Transjakarta, sementara kawasan Lebak Bulus mengintegrasikan hunian dan perkantoran dengan akses MRT. Sejumlah kawasan penyangga di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi juga mulai mengembangkan konsep serupa seiring perluasan jaringan LRT dan Transjabodetabek.
Manfaat TOD bagi Mobilitas Masyarakat
Konsep TOD memberikan sejumlah manfaat nyata bagi mobilitas sehari-hari masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan.
Akses Mudah ke Berbagai Moda Transportasi
Salah satu keunggulan utama kawasan TOD adalah kemudahan berpindah antar moda transportasi, karena hunian, area komersial, dan titik transit dirancang saling berdekatan.
Efisiensi Waktu dan Biaya Transportasi
Dengan akses transportasi umum yang mudah dijangkau, warga kawasan TOD dapat menghemat waktu perjalanan sekaligus menekan pengeluaran untuk bahan bakar atau biaya parkir kendaraan pribadi, terutama bagi yang beraktivitas di pusat kota namun tinggal di wilayah penyangga.
Mengurangi Kemacetan dan Polusi Udara
Semakin banyak warga yang beralih menggunakan transportasi umum, semakin berkurang pula volume kendaraan pribadi di jalan raya. Dampaknya, tingkat kemacetan dapat ditekan dan kualitas udara di kawasan perkotaan pun berpotensi membaik.
Manfaat TOD bagi Nilai Properti
Selain memberikan kemudahan mobilitas, TOD juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi pemilik maupun investor properti di sekitarnya.
Kawasan yang terintegrasi dengan transportasi massal umumnya mengalami peningkatan nilai lahan dan properti secara bertahap. Semakin dekat suatu hunian dengan titik transit, semakin tinggi pula daya tariknya di mata calon pembeli maupun penyewa, karena akses mobilitas yang mudah menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih tempat tinggal.
Kondisi ini pada akhirnya menarik minat investor maupun penyewa properti, karena hunian di kawasan TOD dianggap memiliki prospek jangka panjang yang lebih stabil, mengingat permintaan terhadap properti dengan akses transportasi yang praktis cenderung terus ada di kota-kota besar yang padat aktivitas.
Tidak hanya berdampak pada satu kawasan tertentu, keberadaan TOD juga bisa menimbulkan efek berganda atau multiplier effect bagi wilayah sekitarnya. Pertumbuhan kawasan TOD sering diikuti berkembangnya pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga area komersial baru, yang turut mendongkrak nilai properti di lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: One Stop Living: Tren Hunian Serba Praktis Zaman Sekarang
Opus Park: Apartemen dengan Akses Transportasi dan Kawasan Terintegrasi

Salah satu hunian yang mengusung konsep kedekatan dengan akses transportasi terintegrasi adalah Opus Park, apartemen premium yang berlokasi di Sentul City, Bogor. Opus Park dirancang untuk mendukung mobilitas penghuninya melalui akses yang mudah menuju jalan tol utama, konektivitas dengan Transjabodetabek yang menghubungkan kawasan ini ke Jakarta, serta rencana pengembangan akses LRT yang akan semakin memperkuat konektivitas kawasan dengan pusat kota.
Selain didukung lokasi yang strategis, Opus Park juga menawarkan berbagai fasilitas yang menunjang gaya hidup modern, seperti teknologi smart home, kualitas udara yang lebih baik dibandingkan banyak kawasan perkotaan, serta pemandangan Gunung Salak dari sejumlah unit. Kehadiran pusat perbelanjaan, sekolah internasional, dan rumah sakit di sekitar kawasan semakin melengkapi kenyamanan penghuni. Dengan kombinasi akses transportasi yang terus berkembang dan fasilitas yang lengkap,Opus Park menjadi salah satu pilihan hunian menarik di kawasan yang konektivitasnya terus berkembang.
Opus Park menjadi salah satu pilihan hunian menarik di kawasan yang konektivitasnya terus berkembang. Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai tipe unit, fasilitas, maupun penawaran yang tersedia, Anda dapat menghubungi tim pemasaran resmi Opus Park.
.webp&w=3840&q=75)
-1.webp&w=3840&q=75)
.webp&w=3840&q=75)
